Menjadi pahlawan masyarakat di Afrika, inilah jejak perjalanan sosok Syekh Yusuf di Cape Town Afrika


Afrika Selatan adalah salah satu negara bagian di Benua Afrika yang berbatasan dengan Namibia, Botswana dan Zimbabwe di utara, Mozambique dan Swaziland di timur laut. Pada umumnya mayoritas penduduknya adalah kawanan dari suku negro khas padang Afrika dan beragama nasrani.  Namun sedikit berbeda dengan Kampung Macassar yang ada di Afrika Selatan, konon kampung yang didirikan oleh tokoh ulama islam dari Makassar, Sulawesi Selatan dan berpenduduk muslim.

Artikel lainnya :
Sebelum jauh melangkah, inilah beberapa hal yang harus kamu ketahui sebelum memilih pacaran dengan seorang perawat
Wanita harus tahu, inilah alasan laki-laki masih kadang sulit untuk berkomitmen
Bukan di Mesir, inilah Piramida tertua didunia yang ditemukan di Negara Kazakhstan

Penamaan kampung Macassar tidaklah kebetulan, melainkan penamaan ini diberikan sebagai bentuk penghargaan sosok Syekh Yusuf yang dari Makassar. Keberadaan kampung Macassar juga tidaklah lepas dari perjuangan Syekh Yusuf dalam menyebarkan ajaran Islam di Afrika Selatan kala diasinkan oleh pemerintah kolonial Belanda yang menjajah Indonesia pada saat itu.




Syekh Yusuf merupakan menantu dari Sultan Ageng Tirtayasa di Banten. Menjabat sebagai panglima perang saat bertempur melawan Belanda, Syekh Yusuf tertangkap dan kemudian diasinkan ke Srilanka pada tahun 1684 hingga akhirnya dibuang ke Cape Town Afrika Selatan.

Bulan Juli 1693 adalah kali pertama bagi Syekh Yusuf dan pengikutnya menginjakkan kaki di Afrika selatan. Mereka sampai di Tanjung Harapan dengan kapal De Voetboog dan ditempatkan di daerah Zandvliet dekat pantai.

Di Afrika Selatan, beliau tetap berjuang dan berkarya mengajarkan syariat Islam dan berdakwah didepan berbagai kalangan masyrarakat. Diawali berdakwah dikalangan kuli dan buruh perkebunan, imigran hingga akhirnya menjadi tokoh yang sangat dihormati dan disegani. Ia tinggal di Tanjung Harapan sampai wafat tanggal 23 Mei 1699 dalam usia 73 tahun.

Tidak hanya meninggalkan nama dan ajaran Islam yang berkembang pesat di Afrika Selatan, namun sepeninggal Syekh Yusuf banyak meninggalkan bangunan-bangunan berupa masjid dan tempat ibadah lainnya d kampung Macassar.



Menjadi tokoh inspirasi masyarakat di Afrika, ulama asal Makassar ini memiliki tempat tersendiri dimata masyarakat Afrika Selatan. Pada September 2005 pemerintah Afrika Selatan memberinya gelar kehormatan Pahlawan Nasional dan sepuluh tahun sebelumnya, 1995, pemerintah Indonesia juga menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional. Ketokohan Syaikh Yusuf di Afrika Selatan terlihat jelas dari Nelson Mandela yang menyatakan bahwa beliau salah satu yang menginspirasi dan putra terbaik Afrika. 

SHARE THIS

Author: